Serat Buatan

thumbnail
Serat Buatan
polyester-serat Buatan
pembuatan serat poliester
Serat buatan dapat dibagi 2 group. Pertam terbuat dari bahan alam seperti rayon, acetate dan lyocel yang kedua merupakan bahan terbuat dari syntetik. Serat yang dibuat dari campuran chemical melewati alat yang dinamakan spinneret untuk pembuatan serat.
Semua serat buatan adalah serat filament dibentuk ketika diproduksi, terbalik dengan serat alam, serat buatan normalnya panjang tetapi pencampuiran kain, serat staple perlu dibuat. Serat staple dibuat dengan memotong dari serat filament selama produksi. Sebagai contoh polyester sering dicampur dengan serat cotton atau rayon untuk mendapatkan sifat tertentu.
Ada Beberapa serat syntetik yang paling popular digunakan di dunia tekstil yaitu polyester, polyamida, acrylic, dan spandek. Untuk mendapatkan sifat khusus pada benang atau kain maka sering dilakukan pencampuran dengan serat alam diantaranya polyester/cotton, polyester/nylon/cotton, polyester/rayon, polyester/nylon/rayon, polyester/acrylic, wool/acrylic, cotton/spandek, nylon/spandek dan lain-lain


Acetate
Rayon
Acrylic
Nylon
Poliester
spandek
Ketahanan abrasi
Jelek
Biasa
Biasa
Sangat baik
Baik
Baik
Absorbasi
65 %
11%
1.5%
2.8-4.8 %
0.4%
1%
Fleksibel
Sangat baik
Baik
Baik
Baik
Biasa
Baik
Hand feel
Sangat baik
Baik
Baik
Biasa
Biasa
Jelek
Ketahanan pilling
Baik
Baik
Biasa
Jelek
Sangat jelek
Sangat baik
Kekuatan
1.2-1.5
(jelek)
1.2-3
(jelek-baik)
2-3.5
(biasa)
2.5-7.3
(sangat baik)
3.6
(sangat baik)
0.7-1
(sangat jelek)
Elonglasity
25-45%
15-30%
35-45%
16-75%
30-100%
19-55%
Recovery
48-65
45
42
82-100
81
99
Perawatan cuci
Dry clean
Wash/dry clean
Wash/dry clean
Wash/dry clean
Wash/dry clean
w/dry clean
Ketahanan panas
160
175
150
175
160
150


klasifikasi serat

thumbnail
Klasifikasi serat
1.    1.   Serat alam
symbol cotton
Serat dapat di kategorikan menjadi 2 kategori yaitu serat alam dan serat buatan, serat alam terbagi menjadi 2 yaitu yang bersumber dari selulosa(tumbuhan) dan dari protein(hewan). Beberapa contoh serat yang berasal dari tumbuhan seperti cotton, flax, ramie, jute, linen, dan kapok. Kecuali serat sutra serat alam yang berasal dari hewan biasanya di ambil dari rambut hewan seperti wool, mohair, alpaca, cashmere, dan angora.
Serat juga dapat dibagi menjadi 2 menurut bentuknya yaitu serat filament dan serat staple. Serat staple adalah serat pendek seperti cotton, kapok, wool, dan cashamare, semua serat alam merupakan serat staple(serat pendek ) kecuali sutra yang merupakan serat filament(serat panjang) yang biasa di ukur menggunakan satuan yards. Sutra merupakan serat filament Karena  panjang satu serat kira-kira 1600 yards.

Sifat sifat serat alam


Cotton
Flax
Wool
Silk
Ketahanan abrasi
Bagus
Biasa
Biasa
Biasa
absorbasi
8.5
12
13.5
11
flexibility
Biasa
Jelek
Bagus
Sangat bagus
Hand feel
Bagus
Biasa
Biasa-bagus
Sangat bagus
Ketahanan piling
Bagus
Bagus
Biasa
Bagus
Kekuatan kering
3-5(Baik)
3.5-6(sangat baik)
0.8-2(Jelek)
2.4-5.1(baik)
(apporox)
10
10
-20
-15
% kelenturan
3-10%
3%
20-40%
20%
% kemampuan kembali
75
65
99
90
Milder resisteance
Jelek
Biasa
Baik
Baik
Renovation
w/dc
w/dc
Dc
w/dc
Safe iron limit
200
230
150
150

Pengertian
Ketahanan Abrasi = Kemampuan tahan terhadap gesekan/gosokan yang dirjadi pada saat pemakaian
Absorbasi = kemampuan material untuk menyerap air dengan persentase. Jumlah air yang terkandung di dalam material pada suhu 21 derajat dan kelembaban 65%
Fleksibelity = kemampuan serat untuk melipat dengan mudah dan kembali lagi tanpa adanya kerusakan atau putus.
Hand feel = perasaan kehalusan atau kasar dengan di ukur menggunakan tangan
Ketahanan pilling = Group formasi dan serat pendek atau serat rusak pada permukaan bahan bersatu dan membentuk bulatan kecil yang disebut dengan pill. Pill terjadi serat yang menggumpal pada permukaan serat biasa terjadi karena adanya gesekan atau  pemakaian
Kekuatan pada kering = kemampuan serat untuk menahan tarikan. Kekuatan serat bias bertahan sampai putus yang dinamakan dengan tensinity(gram/Denier)