Tentang Serat Spandex

thumbnail
serat spandex
ilustrasi strukture poliuretan
Tentang Serat Spandex - Serat spandex ini juga sering disebut dengan serat elastomer atau serat poliuretan, Serat ini memiliki sifat yang sangat khas dibandingakan dengan serat lainnya yaitu memiliki sifat elastisitas yang tinggi, bisa mencapai 200%, dengan kata lain serat ini bisa memperpanjang dirinya tentunya dengan tekanan sampai 2x lipat panjangnya sebelumnya dan kembali lagi ke hampir panjang normal setelah tekanan atau beban di hilangkan. Serat spandex ini berasal dari polimer poliuretan, dimana poliuretan dibuat dari pereaksian antara bahan kimia butanadiol dengan heksametilena diisosianat sehingga membentuk polimer poliuretan yang memiliki sifat yang khas.

Sifat serat spandex

Serat spandex sangat mirif dengan serat karet alam hanya berbeda dari warna dimana serat spandex berwarna putih dan dapat dengan mudah di celup serta tahan terhadap minyak begitu sebaliknya dengan serat karet alam. Jika dibandingkan dengan sifat elastisitas antara serat spandex dengan serat karet alam, serta karet alam lebih unggul dibandingkan dengan serat spandex dimana serat karet bisa kembali ke panjang awal hingga 100% setelah di tarik 50% bahkan 100% sedangkan untuk serat spandex tidak bisa sesempurna seperti serat karet alam, dia akan kembali ke panjangnya semula sekitar 93% setelah di tarik 50%.

Berikut ini karakteristik dari serat spandex :

Daya serap
Serat spandex bersifat hidrofob dengan moisture regain sebesar 0.5 sampai denngan 1.5 %

Sifat terhadap panas
Serat spandex mampu tahan terhadap panas hingga 180 derajat celcius dan akan meleh pada suhu 230 derajat celcius

Elastisitas
Seperti di singgung di atas sifat serat spandex memiliki elastisitas sangat baik dapat di tarik hingga 500%

Sifat terhadap bahan kimia
Serat spandex ini akan tahan pada setiap bahan kimia terkecuali hipoklorit akan menyebabkan kuning

Sifat terhadap pembakaran
Sifat terhadap pembakaran bersifat tidak mudah terbakar dan tidak meneruskan pembakaran

Stabilitas dimensi sangat baik dapat di cuci berulang kali tanpa mengkerut

Kekuatan
1.2 – 2 g/denier, dalam keadaan basah tidak
terlalu jauh berbeda

Mulur
400- 600%

Morfologi serat spandex

Bentuk morfologi pengamatan di bawah miksoskop menunjukan serat spandex mempunyai bentuk penampang memanjang silinder lurus dan penampang melintang berbentuk tulang anjing, ketika di buat benang, permukaan antar serat cenderung menempel satu sama lainnya.
 
serat spandex
kiri-kanan, penampang memanjang dan melintang

Penggunaan serat spandex
Aplikasi serat spandex pada kenyatannya tidak terlalu banyak, tetapi memiliki peranan yang penting, contoh pengaplikasian dalam dunia tektil adalah pembuatan pakaian dalam, kaos kaki, ikat pinggang atau digunakan “ corn yard” yaitu pencampuran serta lain, dimana serta spandex ada di bagian dalam dan bagian luar adalah serat lain yang tentunya memiliki perbedaan sifat.

Tentang Serat Poliakrilat

thumbnail
strukture serat poliakrilit
ko polimer serat poliakrilat
Serat poliakrilat merupakan serat yang dibuat dari polimer akrilonitril yang disintesis dengan cara polimerisasi adisi. Di dalam perkembangannya untuk menaikkan daya serap terhadap zat warna pembuatan serat poliakrilat merupakan campuran akrilonitril dengan polimer yang lain misalnya vinil asetat atau vinil klorida. Polimer yang terdiri dari dua atau lebih polimer penyusunnya disebut kopolimer.

Sifat serat poliakrilat 

Salah satu serat poliakrilat yang dibuat adalah dengan nama dagang Acrilan. Serat poliakrilat mempunyai ketahanan panas yang lebih baik dibandingkan serat lainnya. Mudah melepaskan kotoran sehingga mudah dicuci. Pembuatan benang akrilat yang ruah (bulky) dapat diperoleh dengan mencampur serat yang mempunyai mengekeret yang tinggi dengan serat yang mempunyai mengkeret rendah sehingga saat dicuci terjadi pemengkeretan yang tidak sama sehingga dihasilkan benang yang ruah (bulky), benang ini disebut high bulk acrylic

Daya serap   =  Bersifat hidrofob. 
Moisture Regain     =  1-2% 
Efek panas   ==== Tahan panas sampai 150oC 
Elastisitas  =====Cukup baik, tahan kusut 
Kimia   ========Tahan terhadap asam, kurang tahan alkali 
Pembakaran =====Tidak mudah terbakar, tidak meneruskan pembakaran 
Stabilitas dimensi =====Tidak mengkerut dalam pencucian 
Kekuatan  ===========2–4 g/denier, dalam keadaan basah 2 g/denier 
Mulur ==============Sekitar 35 % 

untuk bentuk morfologi serat poliakrilat Penampang memanjang serat poliakrilat lurus berbentuk silinder dengan penampang melintang bulat tidak teratur 
serat poliakrilat morpologi
kiri - kanan penampang memanjang penampang melintang



Penggunaan serat poliakrilat Digunakan untuk tekstil rumah tangga seperti kain jok, selimut. Karena mempunyai ketahanan sinar yang baik serat poliakrilat banyak digunakan untuk kain tirai. Benang yang ruah digunakan untuk sweater. 

Tentang serat Poliamida

thumbnail
serat poliamida
Serat Poliamida ini termasuk serat buatan, bukan termasuk serat alami, serat polyamida atau bisasa dikenal dengan serat nylon ini banyak diaplikasikan pada tekstil kehidupan sehari hari. Serat Poliamida pertama kali dibuat oleh W. Carothers pada tahun 1928 dengan nama dagang Nylon. Poliamida dibuat dari hasil reaksi senyawa diamina dan dikarboksilat. Poliamida yang pertama dibuat dari heksametilendiamina dan asam adipat. Serat yang dihasilkannya disebut ”Nylon 66” angka dibelakang nama Nylon menunjukkan jumlah atom karbon penyusun dari senyawa amina dan senyawa karboksilatnya. Serat Nylon lain yang dibuat adalah dari asam sebasat dan heksametilendiamina yang hasil reaksinya dinamakan ”Nylon 6.10” 

Sifat poliamida 

Sifat- sifat serat poliamida tergantung senyawa penyusunnya. Secara umum serat poliamida mempunyai penampang memanjang berbentuk silinder dan penampang melintang bulat. Serat Nylon dibuat dengan berbagai tujuan penggunaan. Untuk keperluan industri dibuat serat dengan kekuatan tinggi dan mulur yang kecil, sedangkan tekstil untuk pakaian dibuat dengan kekuatan yang tidak terlalu tinggi, dan mulur yang agak tinggi
strukture serat poliamida


Karakteristik Serat Poliamida sebagai berikut

Daya serap terhadap air =  Hidrofob(tidak suka air/menolak air). Moisture Regain sekitar 4% 
Efek panas  = Cukup tahan terhadap panas, menguning pada suhu 150oC meleleh pada suhu sekitar 250oC 
Sifat keelastisitas  = Cukup baik, pada penarikan 16% masih kembali ke semula sebesar 97% 
Sifat terhadap Kimia    = Sangat tahan basa, rusak oleh asam kuat 
Sifat jika terbakaran = Terbakar meleleh memberikan sisa pembakaran 
Stabilitas dimensi = Cukup stabil, tidak menyusut dalam pencucian 
Kekuatan tariknya = 4,3 – 8% 
Sifat Mulur = 18 – 40% 

Morfologi serat poliamida 

Serat poliamida dipintal dengan pemintalan leleh, seperti halnya dengan serat buatan yang lain poliamida mempunyai penampang melintang bermacam macam, tetapi yang paling umum adalah bentuk trilobal dan bulat 

Penggunaan serat poliamida

Serat poliamida memiliki kekuatan yang cukup tinggi dan ketahanan kimia yang cukup baik, oleh karena itu penggunaannya cukup luas. Dapat digunakan untuk tekstil pakaian misalnya kaos kaki, pakaian dalam, baju oleh raga, sampai pada penggunaan teknik seperti benang penguat ban, terpal, belt penarik dan lain sebagainya. 

Sumber Referensi : Modul Tekstil

Pengertian Serat Rayon sebagai serat Buatan

thumbnail
pengertian serat Rayon
Pengertian Serat Rayon sebagai serat Buatan - Serat Rayon  adalah serat buatan yang berasal dari alam, sifatnya hambir sama dengan serat selulosa seperti serat cotton. Serat rayon viskosa merupakan serat buatan yang pertama kali dibuat tahun 1891 oleh Courtaulds Ltd., kemudian berkembang ke seluruh dunia hingga saat ini. Serat rayon viskosa adalah serat buatan yang bahan bakunya berasal dari alam yaitu kayu pohon pinus yang dibuat menjadi lembaran kertas tebal yang disebut pulp, sebelum diolah menjadi serat.  Pulp sebagai bahan baku mula-mula direndam dalam larutan NaOH 18% sehingga terjadi penggembungan dari pulp. Pulp yang telah menggembung dicabikcabik sehingga dihasilkan cabikan pulp yang disebut crumb. Crumb hasil pencabikan didiamkan dalam suatu bejana selama 1-2 hari agar terjadi reaksi sempurna dan dihasilkan crumb yang namamnya selulosa alkali. Selanjutnya selulosa alkali ditambahkan larutan karbondisulfida sehingga terjadi proses xantasi. Hasil rewaksi xatasi disebut selulosa xantat. Selulosa xantat kemudian dilarutkan dalam larutan NaOH 10% sampai dilhasilkan larutan polimer kental yang disebut larutan viskosa. Larutan viskosa kemudian dipintal dengan cara pemintalan basah sehingga dihasilkan filamen rayon viskosa.  
Rayon viskosa merupakan serat buatan yang berasal dari selulosa oleh karena itu sifatnya mirip dengan serat selulosa yang lain. Kelemahan serat rayon adalah kekuatan tarik dalam keadaan basah mengalami penurunan kekuatan yang cukup besar, karena kekurangan ini lah hanya sedikit sekali diaplikasikan pada pakaian apalagi untuk berpergian ke area gunung, pengaplikasian serat rayon biasanya hanya untuk kepentingan vintage. Belakangan ini penggunaan serat rayon viskosa biasa di gabung dengan serat sintetik lain yang memiliki kekuatan tarik yang kuat seperti polyester dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang lembut dengan kekuatan yang tidak rapuh. Pengaplikasian serta rayon sudah banyak dikembangkan di dunia tekstil industry seperti pada celana denim (segaian menggunakan rayon bukan cotton), baju baju blouse dan lain lain. Sebenarnya serat rayon viskosa itu di ciptakan untuk menggantikan serat alam karena serat alam membutuhkan sumber daya alam yang cukup banyak.
Dari pengertian serat rayon sudah cukup jelas bahwa serat ini memiliki sifat yang sama dengan serat selulosa lainnya tetapi memilki kelemahan yaitu kekuatanya yang lemah apalagi jika dalam keadaan basah serat tersebut.
Berikut kateristik serat rayon viskosa
Daya serap Bersifat hidrofilik, Moisture Regain 12–13%
Efek panas
Tahan panas penyetrikaan, pemanasan yang lama menyebabkan warna menjadi kuning
Elastisitas
Elastisitas jelek, sukar untuk kembali ke semula. Kimia Lebih tidak tahan asam dibandingkan kapas
Pembakaran
Meneruskan pembakaran, terbakar habis meninggalkan abu. Stabilitas dimensi Dalam pencucian cenderung menyusut
Kekuatan
2,6 g/denier dalam keadaan bash 1,4 g/denier Mulur 15–25%


Demikian pengertian serat rayon viskosa sebagai serat buatan semoga dapat membantu sebagai referensi

Perbedaan bahan cotton 20s, 24s, 30s

thumbnail
perbedaan bahan cotton

Perbedaan bahan cotton 20s, 24s,30s - Pernahkah anda memperhatikan spesifik dari kaos tshirt? pernahkah mencari tahu perbedaan kaos tshirt yang tebal dan tipis? –perbedaan bahan cotton, di dalam mainlabel/carelabel biasanya terdapat asal bahan misalkan cotton, PE (poliester cotton), Poliester, nylon atau yang lainnya, dari bahan tersebut bisa menentukan harga dari kaos thisrt ini. thisrt kaos distro biasa terbuat dari cotton combed, jenis Katun Combed adalah jenis bahan kain katun yang paling banyak beredar di pasaran. Katun Combed menjadi bahan favorit konsumen industri konveksi kaos dikarenakan bahannya yang lembut dan halus. Sifatnya yang human friendly membuat Katun Combed menjadi juara unggulan. Hingga kini, belum ada bahan lain yang mampu menandingi penjualannya di sektor pakaian untuk segmen menengah ke atas. Pada proses pembuatannya, Katun Combed melalui proses yang panjang. Serat kain Katun Combed diproses secara khusus sebelum diputar di mesin pemintal. Salah satu proses yang paling terkenal adalah carding, yaitu penyisihan kain dari benang kasar. Setelahnya, bahan kain ini diseleksi lagi dengan proses combing, yaitu seleksi dari bulu-bulu sisa. Itulah mengapa disebut combed, karena bahan katun ini telah melewati tahap combing. Kaos dengan bahan Katun Combed sangat cocok digunakan di daerah beriklim tropis seperti di Indonesia karena sifatnya yang menyerap keringat. Secara umum, Katun Combed lebih mahal dibandingkan kain katun lainnya. Karena sifatnya yang sangat halus dan kuat, bahan Katun Combed sering digunakan sebagai bahan dasar sprei, kaos, kaos kaki, piyama dan bahan pakaian lainnya yang bersentuhan langsung dengan kulit.
Lalu perbedaan bahan cotton 20s, 24s. 30s apa? nah sebelum ke perbedaan sebaiknya terlebih dahulu mengerti pengertian 20s, 24s ataupun 30s. Huruf ‘s’ sendiri berarti adalah single knit, dimana rajutannya menggunakan jarum tunggal. Karakteristik jarum tunggal memiliki bahan kain yang rapat, padat, dan keras (tidak lentur). Sedangkan pada karakteristik jarum ganda biasanya kain yang dihasilkan lebih kenyal, renggang rajutannya, dan lentur sehingga baik digunakan untuk sehari – hari. Adapun rajutan jarum ganda memiliki simbol ‘d’, yang artinya adalah double knit. Kaos pada umumnya menggunakan katun combed dengan ketebalan yang tinggi yaitu 20s atau 30s. nah angka 20 24, 30 ini menunjukan ketebalan bahn tersebut, semakin tinggi angkanya semakin tipis, pada tshirt yang banyak terjual biasanya ada 4 varian 20, 24, 30, dan 40.

Bahab Tshirt 20s
type bahan ini memiliki gramasi 180 sampai 220 gram/meter persegi dengan single needle

Bahan Tshirt 24 s
Memiliki gramasi 170 sampai 210 gram/meter persegi 

Bahan Tshirt 30s
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 140 sampai dengan 160 Gram / meter persegi

Bahan tshirt 40s 
memiliki gramasi antara 110 sampai 120 gram/meter persegi

nah itu yang menjadi perbedaan bahan cotton 20s, 24s, dan 30s. mulai dari sekarang liatlah spesifikasi bahan yang akan dibeli nanti ke penjualnya atau pilihlah sesuai kebutuhan jika dibutuhkan untuk di daerah panas atau gerah jangan memilih yang tebal dalam hal ini 20s pilih lah yang 30s atau 40s biar nyaman digunakan tetapi memiliki permukaan yang tipis. Dan dari bahannya pilih lah cotton karena cotton lebih nyaman digunakan dibandingkan bahan campuran polyester, perhatikan juga care label pada bahan karena dengan mengikuti care intruksi cara perawatan thirst akan awet tidak mudah rusak.

Sekian dulu artikel ini semoga bermanfaat jangan lupa untuk menshare ke kerabat atau keluarga mengenai artikel perbedaan bahan cotton ini.


Mengapa Memakai Sweater terasa hangat Badan

thumbnail
sweater
Mengapa Memakai Sweater Terasa Hangat Badan - Pertanyaan pertanyaan yang mendasar seperti ini biasanya terlontar dari anak kecil yang bertanya terhadap orang tuanya, mengapa jaket bikin hangat? mengapa sweater yang terlihat bolong bolong bisa menghangatkan juga padahal jika dibandingkan dengan kaos atau kemeja pori pori kain lebih besar pada sweater ko jadi bisa menghangatkan badan? biasanya anak yang cerdas dan kritik selalu bertanya tanya sampai orang tuanya pun reseh. untuk menjawabnya jangan berbicara sok tahu alias ngarang jawabannya dengan ilmiah yang salah. karena akan akan segera tahu jawabannya yang sebenarnya dan segera tahu ortunya itu tidak bisa menjadi guru bagi anaknya. Untuk menjawab pertanyaan itu kembali lagi ke sifat sifat panas dan temperature.


Hal ini berkaitan dengan konsep suhu dan kalor. Konsep suhu dan kalor. Untuk dapat memahami dengan baik fenomena pada materi suhu dan kalor, terlebih dahulu harus memahami konsep yang paling esensial pada materi ini. Konsep esensial tersebut adalah definisi suhu dan kalor harus dipahami dengan jelas. Berikut ini dijelaskan definisi kedua istilah tersebut. 

Suhu merupakan derajat panas atau dinginnya suatu benda. Seberapa panas dan seberapa dingin itulah yang disebut dengan suhu. Sering kita mendengar kalau suhu itu dibedakan menjadi suhu panas dan suhu dingin, kadang-kadang juga ada yang mengatakan suhu hangat. Ketiga suhu yang kita dengar tersebut tidaklah sesuai degan konsepsi ilmiah atau salah konsep. Gambaran mengenai istilah suhu dan kalor yang tepat adalah suhunya rendah atau suhunya tinggi dan bisa juga dinyatakan dengan angka misalnya 10°C (10 derajat celsius).

Kalor merupakan energi yang berpindah dari benda yang bertemperatur tinggi ke benda yang bertemperatur rendah. Kalor akan terus berpindah selama masih ada perbedaan suhu dan akan terhenti ketika suhu benda sama (mencapai kesetimbangan termal). Ingat kalor itu merupakan energi yang berpindah karena adanya perbedaan temperatur dan bukan energi yang dimiliki oleh suatu benda. energi yang sudah mencapai benda, tidak disebut kalor lagi tapi dia menjadi energi dalam (U). 

Sebagian besar orang mengatakan bahwa saat kita memakai sweater atau jaket, hawa dingin tidak dapat masuk ke badan karena terhalang oleh sweater. Konsepsi ilmiah yang tepat adalah " Pada saat suhu udara rendah sedangkan suhu tubuh kita lebih tinggi daripada suhu lingkungan, maka akan terjadi transfer kalor dari tubuh ke linkungan sehingga kita merasa kedinginan. 

Penggunaan sweater dapat mencegah menghalang terjadinya transfer panas dari badan ke lingkungan. karena pori pori yang besar pada sweater akan di dimasuki suhu tubuh kita, semakin tebal sweater yang bersifat bulky akan semakin hangat tubuh yang dirasakan karena pergerakan udara di pori pori akan kesulitan dalama menghantarkan panas, selain itu juga setiap material jaket/sweater memiliki fiber yang dapat menghantarkan panas lebih besar dibandingkan dengan udara  oleh karena itu padas pada tubuh dapat terjaga hangat karena adanya suhu perbedaan temperature dengan sweater/fiber.






Proses Wavedye Pada Pakaian

thumbnail
wavedye
Gambar dikutif dari www.soliver.eu

Proses Wavedye Pada Pakaian - 

Wavedye adalah cara pencelupan pada bahan atau pakaian yang tidak lazim, pecelupan wavedye menghasilkan warna yang tidak rata dan menghasilkan warna hanya disatu bagian. Hasil dari wavedye ini mirip bahan yang di printing (hanya di satu bagian) bedanya jika printing atau sablon menhasilkan gamabr tertentu tetapi wavedye tidak menghasilkan gambar hanya mewarnai warna warna yang di tentukan. wavedye ini sangat populer di eropa atau negara amerika karena memiliki kateristik yang berbeda dengan pencelupan pada umumnya. metode wavedye termasuk kedalam pencelupan karena mentread seperti dilakukan pencelupan. pada gambar disamping terlihat bagian putih putih atau serat yang tidak berwarna pada bagian jahitan lengan, antara body depan dan belakanghasil wavedye pada kaos T shirt bahan cotton. berikut proses wavedye :

1. Pre treatment proses

Pretreatment kain atau pakaian perlu dilakukan seperti halnya pada pencelupan biasa baik pencelupan reaktif atau pencelupan direck pre treatment  harus dilakukan dengan cara di scoring atau dimasak agar bersih dari minyak atau kotoran karena akan menghambat menempelnya zat warna ke dalam serat. Pre treatment  dilakukan dengan cara memasak kain atau pakaian dengan menggunakan sabun dan zat pembasah, serta alkali.

2. Persiapan kain atau pakaian

Pada proses persiapan ini pada wavedye sangat perlu dilakukan. yang menjadi persiapan adalah jika kain lipat dua lalu jahit kedua ujungnya, jika sudah berbentuk pakaian jahit bagian bawah dan atasnya tetapi jangan buat rapat dalam pencjahitnya

3. Persiapan warna

Warna yang dipakai dalam wavedye adalah pigmen. bukan seperti pada pencelupan komersil yaitu menggunakan zat warna direck, reaktif, indigo, belerang, basa, asam dan lainnya. berbeda dengan wavedye yaitu menggunakan zat warna pigmen yang sering dipakai pada proses printing atau sablon.
siapkan warna pigment sesuai yang diinginkan 1-3 g/l, lalu tambahkan binder 30 g/l serta air sesuai dengan kebutuhan, jika pakaian yang akan dipakai hanya satu cukup 1 liter atau 2 liter air.

4. Perendaman kain atau pakaian ke warna

Kain/pakaian yang telah dilakukan persiapan lalu basahkan kemudian rendam di larutan warna. perlu di ingat perendaman dilakukan sempurna. tidak ada patokan waktu perendaman alias mau lama atau sebentar efek akan sama

5. Pemeresan

bahan yang teah direndam dilakukan pemerasan menggunakan ektraktor atau tangan. dalam wave dye disini lah kuncinya untuk menghasilkan warna yang stabil tua dan mudanya. pemerasan dilakukan setengah basah dengan kata lain. tidak terlalu kering atau basah

6. Pengeringan

setelah bahan dilakukan pemerasan selanjutnya dilakukan pengeringan. pengeringan ini dilakukan di dalam oven yang berputar. agar didapat efek wavedye yang diinginkan. dalam pengeringan bisa dengan cara langsung panas 80 C atau bertahap dari mulai 40 sampai 80. dari kedua metode itu akan menghasilkan efek wavedye yang berbeda. dimana jika suhu yang dipakai bertahap akan menghasilkan muda dan 2 sisi kain dalam-luar akan terwarnai (bagian luar lebih tua) metode dua yaitu langsung 80 C akan menghasilkan warna yang tua dan sisi bagian dalam tidak terwarnai hanya di bagian luar saja. efeknya terlalu keras dengan cara kedua ini dimana high lownya terlihat jelas dan kadang kadang belang apalagi pada kain polyester, nylon atau campuurannya . setelah pengeringan sebaiknya dilakukan 1 jam di suhu panas agar warna terfiksasi dengan sempurna


7. Softerner

setelah dilakukan pengeringan dan dibiarkan sekitar 1 jam. hasil warna akan kuat dan menghasilkan warna dengan handfell yang kasar. untuk menghasilkan handfeel yang baik dilakukan softener, pencucian dengan zat pelembut dan sedikit silikon, pengunaan softener memang membutuhkan banyak sekitar 50 g/l untuk mendapatkan handfeel yang lembut. warna terkadang luntur drastir apabila pengeringan tidak sempurna atau binder kurang kuat.


demian proses wavedye semoga dapat membantu jika ada pertannyaan bisa coment dibawah ini