Limbah tekstil di industri tekstil

thumbnail
Ilustrasi Limbah cair
Limbah tekstil di industri tekstil- Semua kegiatan industri baik besar maupun kecil pasti menghasilkan limbah. pabrik teksil memiliki limbah yang kurang ramah terhadap lingkungan maka dari itu pemerintah harus lebih concern terhadap pabrik tekstil mulai dari perijinan sampai fasilitas pengelelolaan limbah. Industri tekstil yang bergerak di industri hilir dimulai dari industri pembuatan benang (pemintalan), industri pembuatan kain ( pertenunan dan perajutan), industri penyempurnaan (finishing), hingga pakaian jadi (garmen) masing masing memiliki limbah dengan kateristik yang berbeda beda.

Industri pembuatan serat, polimer tekstil (resin), zat warna dan zat kimia pembantu proses tekstil lainnya merupakan industri hulu yang produknya sangat membantu dalam proses tetapi di samping membantu juga membawa masalah tersendiri terhadap lingkungan baik cairan, padat, atau pun dalam bentuk emisi.

Limbah dalam bentuk cair, gas, maupun padat harus di kelola sebelum di buang ke lingkungan. karena jika tidak akan menyebabkan kerusakan pada lingkungan sekitar yang menyebabkan pemanasan global semakin tinggi, atau sumber daya alam semakin tipis. pengelolaan limbah padat berupa sisa benang, kain, plastik dan lain lainnya dapat di lakukan daur ulang atau dapat di manfaaatkan di reuse (penggunaan kembali), pemisahan limbah B3 dan limbah biasa harus dilakukan agar mudah di sortir sebgai 3 R

Limbah dalam bentuk cairan misalkan sisa pembuangan pencelupan, printing, penyempurnaan, persiapan pernyempurnaan harus di oleh water treatment dengan hasil air harus benar benar memenuhi baku mutu lingkuangan yang di standarkan oleh pemerintah. di dalam water treatment biasanya terdapat lumpur yang dinamakan slug, slug ini jangan di buang ke sembarang tempat karena mengandung logam berat yang berbahaya. limbah ini harus di kumpulkan lalu di olah kembali ke pihak ke tiga ( perusahaan yang bergerak mengelola limbah b3) agar tidak ada pencemaran ke lingkungan.

Limbah emisi (gas) yang biasanya sering dihiraukan oleh pelaku usaha. Limbah udara ini karena tidak terlihat dan efeknya hanya ke pekerja langsung, pengujinan keadaan udara sebaiknya di test setiap 6 bulan sekali oleh balai lingkunagn pemerintah atau perusahaan yang bergeraknya. keadaan yang tidak berstandar atau dibawah baku mutu harus di usahakan emisi setelah dilakukan perbaikan memenuhi baku mutu, emisi boiler, emisi mesin mesin tekstil, polusi suara kebisingan dan lain lain harus selalu di kontrol.

cara identifikasi serat

thumbnail
Cara identifikasi seratcara identifikasi serat - Rasanya sulit untuk membedakan apakah itu serat natural atau serat buatan, apalagi jaman jaman modern ini serat buatan dapat dibuat semirip mungkin dengan serat natural. untuk mengidentifikasi serat tersebut ada beberapa cara untuk mengidentifikasinya. ada beberapa test untuk melakukan test tersebut :

1. burning identification (cara membakaran)

cara ini adalah cara yang paling sederhana untuk mengidentifikasi serat dengan cara membakar ujung serat dan mengamati nyala pembakaran serta baunya, walaupun uji pembakaran ini kurang akurat dalam mengidentifikasi serat karena pembakaran ini tidak bisa membedakan serat selulosa apakah itu serat rami atau serat katun. Serat alam jenis selulosa jika dibakar akan menyala dan meneruskan nyala sehingga dapat terbakar seluruhnya dan menghasilkan abu serta berbau kertas terbakar.

serat alam yang berjenis protein jika dibakar akan menyala dan tidak meneruskan nyala sehingga tidak dapat terbakar seluruhnya serta tidak menghasilkan abu dan berbau seperti rambut terbakar

serat sintetik atau serat buatan jika terbakar akan mengarang dan tidak meneruskan.

kesimpulan : cara identifikasi dengan cara membakar ( burning identification) tidak dapat mengidentifikasi secara spesifik jenis serat yang di identifikasi tetapi hanya dapat mengidentifikasi golongan serat yaitu serat alam (natural) yang berasal dari selulosa, serat alam yang berasal dari protein dan serat sintetik (serat buatan)

2. Identifiksasi dengan cara melihat penampangan serat

Cara ini dapat mengidentifikasi secara langsung jenis seratnya. caranya yaitu dengan melihat penampang melintang dan membujur serat dalam mikroskop tetapi cara ini membutuhkan alat yang lumayan mahal dan penggunaan identifikasi memerlukan keahlian khusus/pengalaman (terbiasa melakukan ini). caranya adalah dengan memotong tipis lalu di lihat di dalam mikroskop dan akan terlihat penampangnya seperti apa misalkan penampangan melintang serat katun (kapas) adalah seperti biji, poliester seperti bulatan teratur polos dan lain lainnya tergantung serat itu sendiri.

3. Dengan cara pelarutan bahan kimia.

Pada dasarnya semua serat baik serat sintetik atau serat natural memiliki sifat yang berbeda beda pula terhadap reaksi jika terkena bahan kimia, dengan adanya sifat sifat dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi apakah serta tersebut. jika serat yang tidak tahan terhadap asam misalkan, akan larut terhadap bahan kimia tersebut. 
serat katun ------akan larut dengan asam sulfat pekat
serat Rayon ---- akan larut dengan asam sulfat
Poliester      ---- akan larut atau tidak tahan dengan NaOH 45 %, Meta cresol dari DMF mendidih
Polyamida    ---- Tidak tahan terhadap asam nitrat, asam sulfat 70%, Asam klorida 1:1, meta cresol, DMF mendidih (sebagian)
Polyurethane ---- tahan terhadap pelarut (hampir semua bahan kimia serat ini tahan)



Metode pencelupan kain poliester

thumbnail
metode penelupan kain poliesterMetode pencelupan kain poliester - Kain poliester merupakan kain yang berasal dari serat buatan hal ini berbeda sifatnya dengan kain yang terbuat dari serat natural. serat poliester memiliki structur kristal yang lebih banyak dibanding dengan structure yang amort berbeda dengan serat yang berasal dari serat natural. Dengan adanya perbedaan sifat ini, metode pencelupan pun harus berbeda. serta zat warna yang dipakaipun harus berbeda. serat poliester(serat buatan) memiliki structure yang lebih kristal dibanding dengan natural karena bersifat kristal(rapat -rapat) ini membuat zat warna susah masuk kedalam serat. 
Walaupun serat yang rapat dalam sususnan molekulnya tidak berarti serat ini tidak dapat di celup dengan zat warna, dengan motode yang tepat serat poliester ini dapat di celup dengan warna tua sekalipun,  ada beberapa methode untuk pencelupan serat poliester itu yaitu :

1.       Pencelupan dengan methode menggunakan zat warna yang memiliki ukuran molekul kecil
Penggunaan zat warna yang memiliki ukuran kecil adalah zat warna golongan azo benzene tetapi memiliki dispusi yang lambat, untuk membuat zat warna didalam serat, yaitu dengan mengunakan komponen yang merupakan bukan warna (tidak berwarna) untuk mendapatkan ukuran yang kecil, lalu setelah masuk kedalam serat 2 komponen tersebut bergabung sehingga mendapatkan warna yang diinginkan, itu merupakan pringsipnya untuk mendapatkan warna dengan cara menggunakan zat warna yang memiliki ukuran yang kecil.

2.      Pencelupan dengan methode bantuan zat kimia yaitu zat pengemban atau biasa disebut dengan carrier
Pada prinsipnya penggunaan carrier ini berfungsi untuk menambahkan absorsi (daya serap) zat warna ke dalam serat dan mempertinggi kelaruatan zat warna sehingga zat warna dapat tertarik kedalam serat, zat pengemban atau carrier itu sejenis senyawa fenol, amina, asam hidrocarbon, aromatic, hidrokarbon clor, ester dan eter (tergantung pengembangan industry). Mekanisme dari pencelupan ini adalah :
Untuk carrier hidrofil pertama-tama berdispusi kedalam kain (masuk kedalam kain) bergabungan dengan serat, menarik air, serat mengembang sehingga pori pori serat membesar(membuka) sehingga memungkinkan zat warna dapat masuk kedalalam serat polyester
Carrier hidrofob(tidak suka air) bersifat sebagai pelumas, berpenetrasi ke dalam serat, merusak ikatan antar molekul serat menjadi plastis mudah bergeser, hal ini kemungkinan zat warna dapat berpenetrasi(karena adanya perbedaan konsentrasi)

3.      Pencelupan dengan metode bantuan suhu tinggi.
Prinsip pencelupan dengan metode dengan bantuan energi panas. Energi panas menimbulkan gerakan aktif yang cepat pada rantai molekul serat sehingga terbentuk ruangan antar molekul yang memungkinkan zat warna berdispusi ke dalamnya selain terjadi gerakan molekul serat, zat warna pun mengalami gerakan yang cepat sehingga molekul akan masuk ke dalam serat dengan bantuan tekanan yang besar setelah selesai serat akan kembali ke bentuk semula sehingga zat warna tertahan dan tidak dapat keluar
 



Proses Pencelupan kain Katun

thumbnail
Istilah pencelupan sama artinya dengan memberikan warna terhadap kain secara merata dapat bersifat permanen maupun bersifat sementara. Pencelupan tidak dapat dilakukan sembarangan, karena sifat zat warna memiliki kateristik yang berdeda beda oleh karena itu , tidak bisa memilih sembarang warna  warna tektil dapat di aplikasikan terhadap kain katun walaupun dipaksa juga hasilnya tidak akan optimal bahkan tidak terwarnai. sebelum melakukan pencelupan pada kain katun harus memahami terlebih dahulu sifat serat katun dan mengetahui zat warna apa yang akan dipilih, dengan mempertimbangkan hasil, harga bahkan daya lunturnya nanti setelah dilakukan pencelupan.

Secara garis besar ada dua jenis pencelupan yang biasa dilakukan pada kain katun yaitu pencelupan dengan cara  exhaust dan pencelupan dengan secara continue.
Pencelupan exhaust adalah pencelupan dilakukan dengan cara direndam dan diaduk secara merata sampai hasil yang diinginkan tercapai, dalam aplikasian secara sederhana ini dapat dilakukan satuan (rumahan – sekala kecil) misalkan dengan menggunakan zat warna yang biasa di sebut warna wantek. 

Pencelupan secara kontinue adalah pencelupan secara besar dengan menggunakan mesin yang didukung mulai dari persiapan penyempurnaan pencelupan sampai finishing dilakukan secara terus menerus dengan bantuan pad dan roll. Pabrik tekstil sering melakukan pencelupan secara kontinue ini larena proses yang lebih mudah tapi membutuhkan invest yang cukup tinggi

Kesimpulannya proses pencelupan pada kain katun dapat dilakukan dengan cara exhaust dan cara continue, untuk zat warna kain katun ini cukup banyak zat warna yang dapat masuk kepada kain katun yaitu direck, Bejana, Belerang, Reaktif, Basa. Tentu saja dengan zat warna yang berbeda proses dan resepnya poun berbeda beda. Misalkan direk (istilah industry) kalua di perumahan atau di warung biasanya wantek 😊, proses pencelupan ini cukup mudah yaitu tinggal persiapkan alat, dan bahan yang akan di coba.. misalkan aplikasi di rumahan dulu aja. Pertama bahan (baju atau celana Panjang) timbang berapa gram, lalu bikin perbandingan air dengan berat bahan (1:40) artinya setiap 1 gram bahan airnya 40 ml, setelah itu siapkan garam. Zat pembasah (jika ada), soda ash (jika ada) serta wanteknya. Pertama tama air sambal dipanaskan lalu masukkan garam, warna, setelah kira lalu bahan masukkan ingat di aduk agar rata. Trus di aduk sampai kira kira 30 menit lalu bilas dan cuci.

Untuk pembahasan yang lain akan diterangkan sedikit demi sedikit ya, terimakasihh atas kunjungan ke Blog ini.




Tentang Serat Sutera

thumbnail
Serat sutera merupakan salah satu serat dari alam yang berasal dari hewan yaitu ulat sutera. Ulat sutera dari telor kupu – kupu jenis Bombyx mori dan Tussah. Serat sutra merupakan satu – satunya serat alam yang berbentuk filament. Serat sutera berasal dari filamen yang berasal dari kelenjar ludah ulat sutera yang disemprotkan dari mulut ulat dan membentuk lapisan demi lapisan sampai ulat terperangkap didalammnya dan membentuk lapisan pelindung yang disebut dengan kepompong.
Kepompong beserta filamen yang melapisinya disebut dengan kokon. Ulat sutera di dalam kepompong berubah menjadi pupa. Pembentukan kepompong berlangsung sekitar dua hari. Seminggu kemudian pupa didalam kepompong berubah menjadi kupu-kupu dan mengeluarkan cairan yang bersifat basa, sehingga kepompong melunak dan kupu – kupu dapat keluar menembus kepompong, kepompong yang berasal dari kupu – kupu Tussah saat membuat kepompong meninggalkan lubang yang ditutup dengan perekat, sehingga saat kupu-kupu dewasa dan keluar dari lubang tersebut tanpa merusak filament nya. Pengambilan serat dilakukan dengan jalan menguraikan kokon dengan alat yang disebut mesin Reeling.
Pengolahan kokon
Proses pengolahan kokon menjadi benang sutera dilaksanakan sebagai berikut
Proses persiapan
kokon yang tidak akan menjadi bibit, dikumpulkan untuk dimatikan kepompongnya agar tidak menjadi kupu kupu yang akan menerobos kokon, apabila kokon di terobos maka filament akan rusak. Proses mematikan kepompong dapat dilakukan dengan cara
Penjemuran di bawah sinar matahari selama beberapa jam atau  menggunakan aliran uap air pada ruangan yang berisi kokon. Suhu di dalam ruangan kokon harus di jaga tetap, berada antara 65 derajat celcius sampai 75 derajat celcius. Pengerjaan dilakukan selama 15- 25 menit, setelah dimatikan kepompongnya kemudian kokon dikeringkan dalam ruangan pengering, atau juga dengan cara menggunakan aliran udara panas, cara ini dilakukan dalam suatu alat atau ruangan pengering uang di atur suhunya mulai 50 derjat celcius yang berangsur angsur naik sampai suhu 95 derajat celcius dilakukan selama 20- 30 menit
Pemilihan kokon
Kokon yang telah dimatikan kepompongnya sebelum mengalami proses sebelumnya perlu dipilih yang dilakukan pada bagian penyotiran yang meliputi :
-          Pembersihan dan pengupasan serat – serat bagian luar kokon
-          Pemisahan kokon yang besar dan kecil
-          Pemisahan kokon cacat dan kotor
Komposisi serat sutera  Serat sutera saat dipintal oleh ulat keluar dari dua lubang yang berdampingan,Fibroin (serat) 76 5, Serisin (Perekat) 22 %, Lilin 1.5 % garam garam mineral 0.5 %. Serisin dan fibroin kedua – keduanya adalah protein yang tidak mengandung belerang
Kateristisk serat sutera adalah
Daya serap : Hidropilik, Moisture Regain  11%
Efek Panas : Sensitif terhadap panas pada suhu 100 derajat celcius
Elastisitas : Baik, daya tarik 20 % dapat di tarik sampai mulur 20 %
Kimia : tidak tahan terhadap zat yang mengandung khlorin
Pembakaran : Menimbulkan api besar, tidak meninggal kan abu

Kekuatan/daya tahan : baik pada saat kering, kekuatan saat basah berkurang 15 %

Tentang Serat Rami

thumbnail
Boehmeria Nivea
sumber gambar :http://www.plantsystematics.org
Serat Rami - Serat ini merupakan serat alam yang berasal dari batang tanaman Boehmeria Nivea atau sering disebut dengan tanaman rami. Pohon rami memiliki batang yang tinggi, kecil dan lurus dengan tinggi batang sekitar  1 meter - 2,5 meter dengan diameter sekitar 1,25 cm - 2 cm, tanaman ini bukan merupakan tanaman musiman, tanaman rami dapat di panen berkali-kali, tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada daerah dengan cuaca hangat dan lembab seperti daerah tropik maupun subtropik dengan curah hujan lebih dari 9- 10 cm/bulan yang merata sepanjang tahun. 

Serat rami merupakan serat yang mempunyai morfologi paling putih dibanding kan dengan serat -serat batang lainnya. Hal ini karena kandungan lignin dalam rami paling sedikit diantara serat serat batang lainnya. serat rami diambil dari batang tanaman rami setelah terlebih dahulu mengalami proses pemisahan serat dari batang yang disebut dengan proses dekortisasi. Proses dekortisasi adalah memukul mukul batang tanaman dengan pemukul kayu sehingga serat mudah dipisahkan dari batang tanaman selanjutnya serat dipisahkan dari batang tanaman dengan dikerok memakai pisau tumpul.
Komposisi serat rami Selulosa 75%, Hemi selulosa 16%, Pektin 2 %, Lignin 0,7 %, Lilin dan Lemak 0,3 %, dan Zat terlarut dalam air 6 %.

Sifat serat rami

Rami merupakan serat batang yang memiliki susunan molekul selulosa sehingga sifat-sefat rami mirip dengan sifat serat selulosa yang lainnya. serat rami rusak dalam asam sulfat 70% dan menggelembung dalam larutan alkali. Morfologi serat rami mirip dengan serat kapas dengan ukuran  lumen yang lebih besar daripada serat kapas, tetapi penampang memanjang serat rami tidak terdapat pilinan seperti halnya serat kapas.
Penampang memanjang dan melintang (kiri-kanan)
Sumber gambar : Modul Tekstil


Kateristik serat rami.

Daya serap             : Sangat higrosgopis dan cepat kering
Daya Kilau             : Baik, berkilau
Efek panas             : Tahan panas
Elastisitas              : Mulur serat rami berkisar antara 2- 10% dengan rata -rata 3 -4 %
Kimia                     : Rusak dalam asam kuat, dan akan menggelembung dalam larutan alkali
Stabilitas dimensi   : Tidak mudah mengkeret
Kekuatan                 : 3-9 g/denier
Mulur                     : 2 - 10 % rata rata 3 -4 %

Penggunaan serat rami

Rami mempunyai kekuatan yang cukup tinggi, sehingga baik digunakan untuk kain kanvas, talitemali, kain jala. Untuk tekstil pakaian dengan dicampur dengan serat lain misalkan kapas atau serat sintetik

Tentang Serat Poliester

thumbnail
Seratpolyester merupakan serat yang paling banyak di aplikasikan pada tekstil karena memiliki kekuatan yang tinggi, durable dan dapat diproduksi secara skala besar serta dapat diatur diameter serat tersebut yang akan berefek pada sifat serat. Pada abad pertengahan dua puluh  serat ini di populerkan oleh merek dagang Dacron dan Terylene secara keseluruhan perbedaan nama dagang tersebut sama hanya yang membedakan proses pembuatan dimana poliester dengan nama dagang Dacron dibuat dari asam tereftalat dan etilena glikol, dengan nama dagang Terylene dibuat dari dimetil tereflatat dan etilena glikol.

Proses pembuatan serat polyester  adalah dengan mereaksikan bahan bahan kimia yaitu etilena glikol direaksikan dengan diemetil tereftalat atau asam tereftalat atau disebut juga dengan istilah PTA (Pure Terephthalate acid). Hasil reasi tersebut berupa ester kemudian dipolimerisasikan pada suhu tinggi sehingga terjadi reaksi polimerisasi membentuk bentuk butiran-butiran kasar yang disebut chips polyester. Chips polyester ini dipanaskan sampai meleleh kemudian dipintal dengan menyemprotkan lelehan polyester melalui cetakan berbentuk lubang-lubang kecil yang disebut spinneret. Hasil pemintalan berupa filament filamen polyester.  Hasil filament dapat di atur sedemikian rupa sehingga dapat di bentuk diameter atau berwarna ketika proses pemintalan misalkan dengan menembahakan zat penyuram berupa titanium oksida agar hasil serat tidak terlalu mengkilap.

Sifat sifat serat Poliester

Serat Poliester
Serat polyester memiliki daya serat yang jelek karena bersifat hidrofobik(alias tidak suka dengan air), dengan Moisture Regain sekitar 0.4 %, karena MR yang kecil pencelupan memerlukan temperature yang tinggi dan menggunakan zat warna disperse/kecuali menggunakan bahan kimia bantuan yang sering dinamakan dengan carier sehingga dapat dicelup dengan temperature seratur derajat celcius. Serat ini tahan panas sampai sekitar 200 derajat celcius dan akan meleleh pada suhu 250 derajat celcius, sifat elastic yaitu pada penarikan 8% dapat kembali kebentuk semula sampai 80%. Sifat terhadap bahan kimia, tidak tahan terhadap alkali kuat, tahan terhadap asam, larut dalam metal salisilat dan M cresol, jika dibakar akan mengeluarkan asap hitam, tidak meneruskan pembakaran, meleleh dan meninggalkan bulatan keras, kestabilan dimensi, jika telah dilakukan heat setting akan baik. Kekuatan sekitar 4.5 sampai 7 g/denier dan mulur 25 sampai 11%.

Pengaplikasian serat pada tekstil


Karena serat polyester ini dapat divariasikan ketika proses pemintalannya, serat polyester ini dapat digunakan pada pakaian atau pun tekstil industri, pada pemakaian pakaian/baju serat ini digunakan dengan mencampurkan serat alam lainnya dengan tujuan mendapatkan kenyamanan pada pengguna seperti pengaplikasian pencampuran serat cotton atau wool maupun serat rayon. Pada industry tekstil serat ini dapat digunakan sebagai ban pengangkut (coveyor belt), tali jahit, kain tahan air, kain layar dan lain lain.

Tentang Serat Spandex

thumbnail
serat spandex
ilustrasi strukture poliuretan
Tentang Serat Spandex - Serat spandex ini juga sering disebut dengan serat elastomer atau serat poliuretan, Serat ini memiliki sifat yang sangat khas dibandingakan dengan serat lainnya yaitu memiliki sifat elastisitas yang tinggi, bisa mencapai 200%, dengan kata lain serat ini bisa memperpanjang dirinya tentunya dengan tekanan sampai 2x lipat panjangnya sebelumnya dan kembali lagi ke hampir panjang normal setelah tekanan atau beban di hilangkan. Serat spandex ini berasal dari polimer poliuretan, dimana poliuretan dibuat dari pereaksian antara bahan kimia butanadiol dengan heksametilena diisosianat sehingga membentuk polimer poliuretan yang memiliki sifat yang khas.

Sifat serat spandex

Serat spandex sangat mirif dengan serat karet alam hanya berbeda dari warna dimana serat spandex berwarna putih dan dapat dengan mudah di celup serta tahan terhadap minyak begitu sebaliknya dengan serat karet alam. Jika dibandingkan dengan sifat elastisitas antara serat spandex dengan serat karet alam, serta karet alam lebih unggul dibandingkan dengan serat spandex dimana serat karet bisa kembali ke panjang awal hingga 100% setelah di tarik 50% bahkan 100% sedangkan untuk serat spandex tidak bisa sesempurna seperti serat karet alam, dia akan kembali ke panjangnya semula sekitar 93% setelah di tarik 50%.

Berikut ini karakteristik dari serat spandex :

Daya serap
Serat spandex bersifat hidrofob dengan moisture regain sebesar 0.5 sampai denngan 1.5 %

Sifat terhadap panas
Serat spandex mampu tahan terhadap panas hingga 180 derajat celcius dan akan meleh pada suhu 230 derajat celcius

Elastisitas
Seperti di singgung di atas sifat serat spandex memiliki elastisitas sangat baik dapat di tarik hingga 500%

Sifat terhadap bahan kimia
Serat spandex ini akan tahan pada setiap bahan kimia terkecuali hipoklorit akan menyebabkan kuning

Sifat terhadap pembakaran
Sifat terhadap pembakaran bersifat tidak mudah terbakar dan tidak meneruskan pembakaran

Stabilitas dimensi sangat baik dapat di cuci berulang kali tanpa mengkerut

Kekuatan
1.2 – 2 g/denier, dalam keadaan basah tidak
terlalu jauh berbeda

Mulur
400- 600%

Morfologi serat spandex

Bentuk morfologi pengamatan di bawah miksoskop menunjukan serat spandex mempunyai bentuk penampang memanjang silinder lurus dan penampang melintang berbentuk tulang anjing, ketika di buat benang, permukaan antar serat cenderung menempel satu sama lainnya.
 
serat spandex
kiri-kanan, penampang memanjang dan melintang

Penggunaan serat spandex
Aplikasi serat spandex pada kenyatannya tidak terlalu banyak, tetapi memiliki peranan yang penting, contoh pengaplikasian dalam dunia tektil adalah pembuatan pakaian dalam, kaos kaki, ikat pinggang atau digunakan “ corn yard” yaitu pencampuran serta lain, dimana serta spandex ada di bagian dalam dan bagian luar adalah serat lain yang tentunya memiliki perbedaan sifat.

Tentang Serat Poliakrilat

thumbnail
strukture serat poliakrilit
ko polimer serat poliakrilat
Serat poliakrilat merupakan serat yang dibuat dari polimer akrilonitril yang disintesis dengan cara polimerisasi adisi. Di dalam perkembangannya untuk menaikkan daya serap terhadap zat warna pembuatan serat poliakrilat merupakan campuran akrilonitril dengan polimer yang lain misalnya vinil asetat atau vinil klorida. Polimer yang terdiri dari dua atau lebih polimer penyusunnya disebut kopolimer.

Sifat serat poliakrilat 

Salah satu serat poliakrilat yang dibuat adalah dengan nama dagang Acrilan. Serat poliakrilat mempunyai ketahanan panas yang lebih baik dibandingkan serat lainnya. Mudah melepaskan kotoran sehingga mudah dicuci. Pembuatan benang akrilat yang ruah (bulky) dapat diperoleh dengan mencampur serat yang mempunyai mengekeret yang tinggi dengan serat yang mempunyai mengkeret rendah sehingga saat dicuci terjadi pemengkeretan yang tidak sama sehingga dihasilkan benang yang ruah (bulky), benang ini disebut high bulk acrylic

Daya serap   =  Bersifat hidrofob. 
Moisture Regain     =  1-2% 
Efek panas   ==== Tahan panas sampai 150oC 
Elastisitas  =====Cukup baik, tahan kusut 
Kimia   ========Tahan terhadap asam, kurang tahan alkali 
Pembakaran =====Tidak mudah terbakar, tidak meneruskan pembakaran 
Stabilitas dimensi =====Tidak mengkerut dalam pencucian 
Kekuatan  ===========2–4 g/denier, dalam keadaan basah 2 g/denier 
Mulur ==============Sekitar 35 % 

untuk bentuk morfologi serat poliakrilat Penampang memanjang serat poliakrilat lurus berbentuk silinder dengan penampang melintang bulat tidak teratur 
serat poliakrilat morpologi
kiri - kanan penampang memanjang penampang melintang



Penggunaan serat poliakrilat Digunakan untuk tekstil rumah tangga seperti kain jok, selimut. Karena mempunyai ketahanan sinar yang baik serat poliakrilat banyak digunakan untuk kain tirai. Benang yang ruah digunakan untuk sweater. 

Tentang serat Poliamida

thumbnail
serat poliamida
Serat Poliamida ini termasuk serat buatan, bukan termasuk serat alami, serat polyamida atau bisasa dikenal dengan serat nylon ini banyak diaplikasikan pada tekstil kehidupan sehari hari. Serat Poliamida pertama kali dibuat oleh W. Carothers pada tahun 1928 dengan nama dagang Nylon. Poliamida dibuat dari hasil reaksi senyawa diamina dan dikarboksilat. Poliamida yang pertama dibuat dari heksametilendiamina dan asam adipat. Serat yang dihasilkannya disebut ”Nylon 66” angka dibelakang nama Nylon menunjukkan jumlah atom karbon penyusun dari senyawa amina dan senyawa karboksilatnya. Serat Nylon lain yang dibuat adalah dari asam sebasat dan heksametilendiamina yang hasil reaksinya dinamakan ”Nylon 6.10” 

Sifat poliamida 

Sifat- sifat serat poliamida tergantung senyawa penyusunnya. Secara umum serat poliamida mempunyai penampang memanjang berbentuk silinder dan penampang melintang bulat. Serat Nylon dibuat dengan berbagai tujuan penggunaan. Untuk keperluan industri dibuat serat dengan kekuatan tinggi dan mulur yang kecil, sedangkan tekstil untuk pakaian dibuat dengan kekuatan yang tidak terlalu tinggi, dan mulur yang agak tinggi
strukture serat poliamida


Karakteristik Serat Poliamida sebagai berikut

Daya serap terhadap air =  Hidrofob(tidak suka air/menolak air). Moisture Regain sekitar 4% 
Efek panas  = Cukup tahan terhadap panas, menguning pada suhu 150oC meleleh pada suhu sekitar 250oC 
Sifat keelastisitas  = Cukup baik, pada penarikan 16% masih kembali ke semula sebesar 97% 
Sifat terhadap Kimia    = Sangat tahan basa, rusak oleh asam kuat 
Sifat jika terbakaran = Terbakar meleleh memberikan sisa pembakaran 
Stabilitas dimensi = Cukup stabil, tidak menyusut dalam pencucian 
Kekuatan tariknya = 4,3 – 8% 
Sifat Mulur = 18 – 40% 

Morfologi serat poliamida 

Serat poliamida dipintal dengan pemintalan leleh, seperti halnya dengan serat buatan yang lain poliamida mempunyai penampang melintang bermacam macam, tetapi yang paling umum adalah bentuk trilobal dan bulat 

Penggunaan serat poliamida

Serat poliamida memiliki kekuatan yang cukup tinggi dan ketahanan kimia yang cukup baik, oleh karena itu penggunaannya cukup luas. Dapat digunakan untuk tekstil pakaian misalnya kaos kaki, pakaian dalam, baju oleh raga, sampai pada penggunaan teknik seperti benang penguat ban, terpal, belt penarik dan lain sebagainya. 

Sumber Referensi : Modul Tekstil

Pengertian Serat Rayon sebagai serat Buatan

thumbnail
pengertian serat Rayon
Pengertian Serat Rayon sebagai serat Buatan - Serat Rayon  adalah serat buatan yang berasal dari alam, sifatnya hambir sama dengan serat selulosa seperti serat cotton. Serat rayon viskosa merupakan serat buatan yang pertama kali dibuat tahun 1891 oleh Courtaulds Ltd., kemudian berkembang ke seluruh dunia hingga saat ini. Serat rayon viskosa adalah serat buatan yang bahan bakunya berasal dari alam yaitu kayu pohon pinus yang dibuat menjadi lembaran kertas tebal yang disebut pulp, sebelum diolah menjadi serat.  Pulp sebagai bahan baku mula-mula direndam dalam larutan NaOH 18% sehingga terjadi penggembungan dari pulp. Pulp yang telah menggembung dicabikcabik sehingga dihasilkan cabikan pulp yang disebut crumb. Crumb hasil pencabikan didiamkan dalam suatu bejana selama 1-2 hari agar terjadi reaksi sempurna dan dihasilkan crumb yang namamnya selulosa alkali. Selanjutnya selulosa alkali ditambahkan larutan karbondisulfida sehingga terjadi proses xantasi. Hasil rewaksi xatasi disebut selulosa xantat. Selulosa xantat kemudian dilarutkan dalam larutan NaOH 10% sampai dilhasilkan larutan polimer kental yang disebut larutan viskosa. Larutan viskosa kemudian dipintal dengan cara pemintalan basah sehingga dihasilkan filamen rayon viskosa.  
Rayon viskosa merupakan serat buatan yang berasal dari selulosa oleh karena itu sifatnya mirip dengan serat selulosa yang lain. Kelemahan serat rayon adalah kekuatan tarik dalam keadaan basah mengalami penurunan kekuatan yang cukup besar, karena kekurangan ini lah hanya sedikit sekali diaplikasikan pada pakaian apalagi untuk berpergian ke area gunung, pengaplikasian serat rayon biasanya hanya untuk kepentingan vintage. Belakangan ini penggunaan serat rayon viskosa biasa di gabung dengan serat sintetik lain yang memiliki kekuatan tarik yang kuat seperti polyester dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang lembut dengan kekuatan yang tidak rapuh. Pengaplikasian serta rayon sudah banyak dikembangkan di dunia tekstil industry seperti pada celana denim (segaian menggunakan rayon bukan cotton), baju baju blouse dan lain lain. Sebenarnya serat rayon viskosa itu di ciptakan untuk menggantikan serat alam karena serat alam membutuhkan sumber daya alam yang cukup banyak.
Dari pengertian serat rayon sudah cukup jelas bahwa serat ini memiliki sifat yang sama dengan serat selulosa lainnya tetapi memilki kelemahan yaitu kekuatanya yang lemah apalagi jika dalam keadaan basah serat tersebut.
Berikut kateristik serat rayon viskosa
Daya serap Bersifat hidrofilik, Moisture Regain 12–13%
Efek panas
Tahan panas penyetrikaan, pemanasan yang lama menyebabkan warna menjadi kuning
Elastisitas
Elastisitas jelek, sukar untuk kembali ke semula. Kimia Lebih tidak tahan asam dibandingkan kapas
Pembakaran
Meneruskan pembakaran, terbakar habis meninggalkan abu. Stabilitas dimensi Dalam pencucian cenderung menyusut
Kekuatan
2,6 g/denier dalam keadaan bash 1,4 g/denier Mulur 15–25%


Demikian pengertian serat rayon viskosa sebagai serat buatan semoga dapat membantu sebagai referensi

Perbedaan bahan cotton 20s, 24s, 30s

thumbnail
perbedaan bahan cotton

Perbedaan bahan cotton 20s, 24s,30s - Pernahkah anda memperhatikan spesifik dari kaos tshirt? pernahkah mencari tahu perbedaan kaos tshirt yang tebal dan tipis? –perbedaan bahan cotton, di dalam mainlabel/carelabel biasanya terdapat asal bahan misalkan cotton, PE (poliester cotton), Poliester, nylon atau yang lainnya, dari bahan tersebut bisa menentukan harga dari kaos thisrt ini. thisrt kaos distro biasa terbuat dari cotton combed, jenis Katun Combed adalah jenis bahan kain katun yang paling banyak beredar di pasaran. Katun Combed menjadi bahan favorit konsumen industri konveksi kaos dikarenakan bahannya yang lembut dan halus. Sifatnya yang human friendly membuat Katun Combed menjadi juara unggulan. Hingga kini, belum ada bahan lain yang mampu menandingi penjualannya di sektor pakaian untuk segmen menengah ke atas. Pada proses pembuatannya, Katun Combed melalui proses yang panjang. Serat kain Katun Combed diproses secara khusus sebelum diputar di mesin pemintal. Salah satu proses yang paling terkenal adalah carding, yaitu penyisihan kain dari benang kasar. Setelahnya, bahan kain ini diseleksi lagi dengan proses combing, yaitu seleksi dari bulu-bulu sisa. Itulah mengapa disebut combed, karena bahan katun ini telah melewati tahap combing. Kaos dengan bahan Katun Combed sangat cocok digunakan di daerah beriklim tropis seperti di Indonesia karena sifatnya yang menyerap keringat. Secara umum, Katun Combed lebih mahal dibandingkan kain katun lainnya. Karena sifatnya yang sangat halus dan kuat, bahan Katun Combed sering digunakan sebagai bahan dasar sprei, kaos, kaos kaki, piyama dan bahan pakaian lainnya yang bersentuhan langsung dengan kulit.
Lalu perbedaan bahan cotton 20s, 24s. 30s apa? nah sebelum ke perbedaan sebaiknya terlebih dahulu mengerti pengertian 20s, 24s ataupun 30s. Huruf ‘s’ sendiri berarti adalah single knit, dimana rajutannya menggunakan jarum tunggal. Karakteristik jarum tunggal memiliki bahan kain yang rapat, padat, dan keras (tidak lentur). Sedangkan pada karakteristik jarum ganda biasanya kain yang dihasilkan lebih kenyal, renggang rajutannya, dan lentur sehingga baik digunakan untuk sehari – hari. Adapun rajutan jarum ganda memiliki simbol ‘d’, yang artinya adalah double knit. Kaos pada umumnya menggunakan katun combed dengan ketebalan yang tinggi yaitu 20s atau 30s. nah angka 20 24, 30 ini menunjukan ketebalan bahn tersebut, semakin tinggi angkanya semakin tipis, pada tshirt yang banyak terjual biasanya ada 4 varian 20, 24, 30, dan 40.

Bahab Tshirt 20s
type bahan ini memiliki gramasi 180 sampai 220 gram/meter persegi dengan single needle

Bahan Tshirt 24 s
Memiliki gramasi 170 sampai 210 gram/meter persegi 

Bahan Tshirt 30s
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 140 sampai dengan 160 Gram / meter persegi

Bahan tshirt 40s 
memiliki gramasi antara 110 sampai 120 gram/meter persegi

nah itu yang menjadi perbedaan bahan cotton 20s, 24s, dan 30s. mulai dari sekarang liatlah spesifikasi bahan yang akan dibeli nanti ke penjualnya atau pilihlah sesuai kebutuhan jika dibutuhkan untuk di daerah panas atau gerah jangan memilih yang tebal dalam hal ini 20s pilih lah yang 30s atau 40s biar nyaman digunakan tetapi memiliki permukaan yang tipis. Dan dari bahannya pilih lah cotton karena cotton lebih nyaman digunakan dibandingkan bahan campuran polyester, perhatikan juga care label pada bahan karena dengan mengikuti care intruksi cara perawatan thirst akan awet tidak mudah rusak.

Sekian dulu artikel ini semoga bermanfaat jangan lupa untuk menshare ke kerabat atau keluarga mengenai artikel perbedaan bahan cotton ini.


Mengapa Memakai Sweater terasa hangat Badan

thumbnail
sweater
Mengapa Memakai Sweater Terasa Hangat Badan - Pertanyaan pertanyaan yang mendasar seperti ini biasanya terlontar dari anak kecil yang bertanya terhadap orang tuanya, mengapa jaket bikin hangat? mengapa sweater yang terlihat bolong bolong bisa menghangatkan juga padahal jika dibandingkan dengan kaos atau kemeja pori pori kain lebih besar pada sweater ko jadi bisa menghangatkan badan? biasanya anak yang cerdas dan kritik selalu bertanya tanya sampai orang tuanya pun reseh. untuk menjawabnya jangan berbicara sok tahu alias ngarang jawabannya dengan ilmiah yang salah. karena akan akan segera tahu jawabannya yang sebenarnya dan segera tahu ortunya itu tidak bisa menjadi guru bagi anaknya. Untuk menjawab pertanyaan itu kembali lagi ke sifat sifat panas dan temperature.


Hal ini berkaitan dengan konsep suhu dan kalor. Konsep suhu dan kalor. Untuk dapat memahami dengan baik fenomena pada materi suhu dan kalor, terlebih dahulu harus memahami konsep yang paling esensial pada materi ini. Konsep esensial tersebut adalah definisi suhu dan kalor harus dipahami dengan jelas. Berikut ini dijelaskan definisi kedua istilah tersebut. 

Suhu merupakan derajat panas atau dinginnya suatu benda. Seberapa panas dan seberapa dingin itulah yang disebut dengan suhu. Sering kita mendengar kalau suhu itu dibedakan menjadi suhu panas dan suhu dingin, kadang-kadang juga ada yang mengatakan suhu hangat. Ketiga suhu yang kita dengar tersebut tidaklah sesuai degan konsepsi ilmiah atau salah konsep. Gambaran mengenai istilah suhu dan kalor yang tepat adalah suhunya rendah atau suhunya tinggi dan bisa juga dinyatakan dengan angka misalnya 10°C (10 derajat celsius).

Kalor merupakan energi yang berpindah dari benda yang bertemperatur tinggi ke benda yang bertemperatur rendah. Kalor akan terus berpindah selama masih ada perbedaan suhu dan akan terhenti ketika suhu benda sama (mencapai kesetimbangan termal). Ingat kalor itu merupakan energi yang berpindah karena adanya perbedaan temperatur dan bukan energi yang dimiliki oleh suatu benda. energi yang sudah mencapai benda, tidak disebut kalor lagi tapi dia menjadi energi dalam (U). 

Sebagian besar orang mengatakan bahwa saat kita memakai sweater atau jaket, hawa dingin tidak dapat masuk ke badan karena terhalang oleh sweater. Konsepsi ilmiah yang tepat adalah " Pada saat suhu udara rendah sedangkan suhu tubuh kita lebih tinggi daripada suhu lingkungan, maka akan terjadi transfer kalor dari tubuh ke linkungan sehingga kita merasa kedinginan. 

Penggunaan sweater dapat mencegah menghalang terjadinya transfer panas dari badan ke lingkungan. karena pori pori yang besar pada sweater akan di dimasuki suhu tubuh kita, semakin tebal sweater yang bersifat bulky akan semakin hangat tubuh yang dirasakan karena pergerakan udara di pori pori akan kesulitan dalama menghantarkan panas, selain itu juga setiap material jaket/sweater memiliki fiber yang dapat menghantarkan panas lebih besar dibandingkan dengan udara  oleh karena itu padas pada tubuh dapat terjaga hangat karena adanya suhu perbedaan temperature dengan sweater/fiber.






Proses Wavedye Pada Pakaian

thumbnail
wavedye
Gambar dikutif dari www.soliver.eu

Proses Wavedye Pada Pakaian - 

Wavedye adalah cara pencelupan pada bahan atau pakaian yang tidak lazim, pecelupan wavedye menghasilkan warna yang tidak rata dan menghasilkan warna hanya disatu bagian. Hasil dari wavedye ini mirip bahan yang di printing (hanya di satu bagian) bedanya jika printing atau sablon menhasilkan gamabr tertentu tetapi wavedye tidak menghasilkan gambar hanya mewarnai warna warna yang di tentukan. wavedye ini sangat populer di eropa atau negara amerika karena memiliki kateristik yang berbeda dengan pencelupan pada umumnya. metode wavedye termasuk kedalam pencelupan karena mentread seperti dilakukan pencelupan. pada gambar disamping terlihat bagian putih putih atau serat yang tidak berwarna pada bagian jahitan lengan, antara body depan dan belakanghasil wavedye pada kaos T shirt bahan cotton. berikut proses wavedye :

1. Pre treatment proses

Pretreatment kain atau pakaian perlu dilakukan seperti halnya pada pencelupan biasa baik pencelupan reaktif atau pencelupan direck pre treatment  harus dilakukan dengan cara di scoring atau dimasak agar bersih dari minyak atau kotoran karena akan menghambat menempelnya zat warna ke dalam serat. Pre treatment  dilakukan dengan cara memasak kain atau pakaian dengan menggunakan sabun dan zat pembasah, serta alkali.

2. Persiapan kain atau pakaian

Pada proses persiapan ini pada wavedye sangat perlu dilakukan. yang menjadi persiapan adalah jika kain lipat dua lalu jahit kedua ujungnya, jika sudah berbentuk pakaian jahit bagian bawah dan atasnya tetapi jangan buat rapat dalam pencjahitnya

3. Persiapan warna

Warna yang dipakai dalam wavedye adalah pigmen. bukan seperti pada pencelupan komersil yaitu menggunakan zat warna direck, reaktif, indigo, belerang, basa, asam dan lainnya. berbeda dengan wavedye yaitu menggunakan zat warna pigmen yang sering dipakai pada proses printing atau sablon.
siapkan warna pigment sesuai yang diinginkan 1-3 g/l, lalu tambahkan binder 30 g/l serta air sesuai dengan kebutuhan, jika pakaian yang akan dipakai hanya satu cukup 1 liter atau 2 liter air.

4. Perendaman kain atau pakaian ke warna

Kain/pakaian yang telah dilakukan persiapan lalu basahkan kemudian rendam di larutan warna. perlu di ingat perendaman dilakukan sempurna. tidak ada patokan waktu perendaman alias mau lama atau sebentar efek akan sama

5. Pemeresan

bahan yang teah direndam dilakukan pemerasan menggunakan ektraktor atau tangan. dalam wave dye disini lah kuncinya untuk menghasilkan warna yang stabil tua dan mudanya. pemerasan dilakukan setengah basah dengan kata lain. tidak terlalu kering atau basah

6. Pengeringan

setelah bahan dilakukan pemerasan selanjutnya dilakukan pengeringan. pengeringan ini dilakukan di dalam oven yang berputar. agar didapat efek wavedye yang diinginkan. dalam pengeringan bisa dengan cara langsung panas 80 C atau bertahap dari mulai 40 sampai 80. dari kedua metode itu akan menghasilkan efek wavedye yang berbeda. dimana jika suhu yang dipakai bertahap akan menghasilkan muda dan 2 sisi kain dalam-luar akan terwarnai (bagian luar lebih tua) metode dua yaitu langsung 80 C akan menghasilkan warna yang tua dan sisi bagian dalam tidak terwarnai hanya di bagian luar saja. efeknya terlalu keras dengan cara kedua ini dimana high lownya terlihat jelas dan kadang kadang belang apalagi pada kain polyester, nylon atau campuurannya . setelah pengeringan sebaiknya dilakukan 1 jam di suhu panas agar warna terfiksasi dengan sempurna


7. Softerner

setelah dilakukan pengeringan dan dibiarkan sekitar 1 jam. hasil warna akan kuat dan menghasilkan warna dengan handfell yang kasar. untuk menghasilkan handfeel yang baik dilakukan softener, pencucian dengan zat pelembut dan sedikit silikon, pengunaan softener memang membutuhkan banyak sekitar 50 g/l untuk mendapatkan handfeel yang lembut. warna terkadang luntur drastir apabila pengeringan tidak sempurna atau binder kurang kuat.


demian proses wavedye semoga dapat membantu jika ada pertannyaan bisa coment dibawah ini

Pre treatment on the fabric

thumbnail


Pre treatment on the fabric
Even through, fabrics are already dyed or printed, but there will be processed in finishing touch. The final process is needed to make fabrics suitable for intended uses. This final stage in the processing is called finishing. Most finishing is performed in the same plants as dyeing or printing and can be classified into either aesthetic finishes or functional finishes.
Pretreatment is a basic finishing process in which the fabric undergoes a cleaning operation to rid of soil and additives that might have accumulated during the weaving or knitting stage. It is required procedure before any dyeing, printing or application of other finishes can be done. This process for cleaning varies depending on the fiber, impurity present, and fabric contraction.
In cotton, cotton blend, silk and manmade fiber fabrics, the process is called boiled off. This process involves the fabric to be treated with soap or detergent, rinsed, and dried. Additional enzyme solution can be applied to remove starch.
In woolen and worsted fabrics, the process, similar to boiled off, is called scouring. To remove oil, a solvent is applied additionally.
Woolen and worsted fabrics may undergo an additional pretreatment called carbonizing, which cellulosic impurities are removed through the use of sulfuric acid.
Bleach and optic brighteners, also pretreatments, can be applied to natural fabric to attain a pure white color.